konsep basis data

Maret,11 2022

Nama : Mirna Dewi 
Npm   : 2002R015
Prodi   : sistem informasi

A.pengertian Basis Data


         Basis Data terdiri dari kata basis dan data. Basis dapat diartikan sebagai markas atau gudang. Sedangkan data adalah catatan atas kumpulan fakta dunia nyata yang mewakili objek seperti manusia, barang, hewan, konsep, peristiwa dan sebagainya yang diwujudkan dalam bentuk huruf, angka, simbol, gambar, teks, bunyi atau kombinasinya.

B.Tujuan Basis Data 

       Tujuan  utama dari basis data (database) adalah untuk mengatur data atau mengorganisasikan data agar diperoleh kemudahan, ketepatan dan kecepatan dalam pengambilan keputsan kembali.

      Tujuan kedua adalah untuk meminimalisir adanya redundansi (kerangkapan data) dan menjaga data tetap konsisten. dan yang terakhir adalah peraturan dalam pemilihan data yang sesuai dengan fungsi dan jenisnya.

C.Manfaat Basis Data

1.Kecepatan dan kemudahan (Speed)
Penggunaan database (basis data) memungkingkan kita untuk menyimpan data atau melakukan perubahan (update atau manipulasi) dan menampilkannya kembali data tersebut dengan cepat dan mudah dari pada kita menyimpanya secara manual.

2. Efisien ruang penimpanan (Space)
Dengan pemanfaatan database (basis data) penggunaan ruang penyimpanan data dapat dilakukan dengan penekanan jumlah redundasi data. Sehingga dengan tidak adanya redundansi data kita akan mendapatkan data yang efisien atau optimal. Penekanan redundansi data dilakukan dengan menerapkan sejumlah pengkodean (coding) membuat relasi antar kelompok data yang saling terhubung.

3. Keamanan (Security)
Cukup banyak sistem (aplikasi) pengolahan data (database) tidak menerapkan aspek keamanan (security) dalam penggunaan database. Namun untuk sistem yang sudah berskala besar dan serius, harus dan wajib menerapkan aspek kemanan. Dengan begitu kita akan dapat menentukan siapa yang boleh mengakses database dan menentukannya jenis operasi apa sajan yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Salah satu solusinya adalah penggunaan password untuk setiap pemakai basis data (database).
4. Data dapat digunakan secara bersama (Sharebility)
Data dapat digunakan secara bersamaan (tak  terbatas user/pengguna) oleh beberapa program aplikasi (secara batch maupun on-line).
5. Dapat diterapkan Standarisasi atau pemusatan kontrol data (Standarization)
Dengan adanya pengontrolan yang terpusat, data yang ada menjadi terpusat pada satu tempat penyimpanan. Sehingga dapat memudahkan penggunaan, pengiriman maupun penukaran data kapan saja.
6. Keakuratan (Acuracy)
Dengan pemanfaatan pengkodean (coding) atau pembentukan relasi antar data dengan menerapkan aturan batasan tipe data dan bahasa tertentu (bahasa SQL), yang membuat data menjadi unik dan berbeda dengan data yang lain, sehingga penyimpanan data tidak akan ada yang sama dalam penyimpanan.

7. Terciptanya konsistensi data (Consistant)
Apabila terdapat perubahan data yang dipakai pada aplikasi yang berbeda maka secara otomatis perubahan data itu berlaku untuk semuanya.
D.kelemahan Sistem basis data

      1.Mahal
Pada penerapannya sistem basis data membutuhkan banyak komponen yang terlibat diantaranya komputer dengan spek yang sangat bagus dan tinggi, tenaga ahli yang akan dibayar harddisk yang memerlukan tempat khusus hal yang tersebut berguna untuk bisa memberikan data yang benar ataupun akurat.
          2.Kompleks
Data pada sistem basis data tersambung dengan satu sama dengan lainnya. Jika terjadi satu saja perubahan maka hal tersebut bisa mengubah seluruh isi tersebut.
           3.Membutuhkan ruang ataupun tempat penyimpanan yang besar
Basis data membutuhkan tempat penyimpanan yang sangat luas, jika ruang penyimpanan kecil maka akan mempersulit penyimpanan hasil dari proses pengolahan data.
            4.Memerlukan Tenaga Spesialis
Dalam kegiatan pengolahan basis data tidak dapat melaksanakan sembarang orang, memerlukan keahlian yang khusus pada bidang penerapan sistem basis data.

E.Kuntungan Sistem Basis Data

          A.Data Menjamin
Sistem basis data memberikan keamanan berupa password serta hak akses cuman bagi pemakainya, hingga orang yang tidak memiliki kepentingan tak bisa mengakses ataupun mengubah data tersebut
       B.integrasi data
Kerangkapan data harus selalu dijaga sebab data tersebut akan menjadi akurat sesuai dengan pengolahan data.

          C.Dapat dipakai secara Bersama
Data digunakan Bersama sama oleh beberapa program aplikasi pada saat yang bersamaan.

F.Ciri-ciri Database

       Adapun ciri-ciri database adalah:
         1.      Sistem yang dapat menyimpan data ke dalam floppy disk atau harddisk.
         2.      Sistem yang menganut pengolahan data untuk ditambah, diubah, atau dihapus dengan   mudah dan terkontrol.
           3.      Data terpisah dari program.

G.contoh penerapan basis data dalam kehidupan sehari-hari adalah.

       A.Pemesanan tiket online
       B.E-Commerce sebagai tempat belanja online
       C.Nomor telepon
       D.Pengelolaan data karyawan dalam sebuah industry
       E. laporan pajak





21 Maret 2022

SISTEM BASIS DATA
A. komponen basis data

1. Pengguna
Komponen basis data yang pertama ialah pengguna atau user.

Pengguna ini bisa dianggap sebagai orang-orang yang mempunyai wewenang untuk melakukan interaksi dengan sistem basis data dan mereka membutuhkan informasi yang ada didalamnya.

Pengguna ini dapat diklasifikasikan menjadi 4 kelompok sebagai berikut.

1. Application Proggrammer atau Programmer Aplikasi yaitu pengguna yang mempunyai tugas untuk membuat suatu program aplikasi guna mengakses basis data dengan bahasa pemrograman tertentu
2. End User yaitu pengguna yang didasarkan pada cara mereka melakukan interaksi dengan sistem basis data yang terdiri atas naive user, casual user, specialized user bahkan termasuk pula kelompok sebelumnya yaitu application programmer
3. Designer yaitu mereka yang bertugas mendesain basis data
4. Administrator yaitu mereka yang memiliki wewenang mengendalikan seluruh sistem basis data.
2. Data
Ini adalah kumpulan tabel atau file yang membentuk suatu basis data.

Berkenaan dengan komponen basis data satu ini, ada yang disebut dengan entitas dan atribut.

Adapun entitas itu ialah konsep, kejadian, tempat atau bahkan orang yang informasinya akan disimpan. Sementara atribut ialah sebutan untuk mewakili entitas.

Misalnya di sini entitas seorang mahasiswa yang kuliah di suatu perguruan tinggi.

Mahasiswa tersebut mempunyai atribut berupa jenis kelamin, alamat, nomor induk, nama dan lain sebagainya.

Informasi dari mahasiswa yang bersangkutan diproses menjadi sebuah file lalu digabungkan dengan file mahasiswa yang lainnya sehingga membentuk data tentang kemahasiswaan.

3. Software DBMS
DBMS atau Database Management System adalah software yang dapat dimanfaatkan untuk mengelola basis data.

Dengan DBMS ini, siapapun yang berkepentingan dengan basis data bisa memelihara, mengakses sekaligus mengontrol data dengan lebih mudah dan efisien.

Bahkan software ini juga menerapkan mekanisme khusus sebagai langkah pengamanan data.

Dengan adanya DBMS pula, para pengguna yang masih awam juga bisa lebih mudah menggunakan data yang dimaksud tanpa perlu repot-repot memahami kompleksitas struktur data tersebut.

4. Sistem Operasi
Ini adalah perangkat lunak yang akan memfungsikan, mengendalikan semua sumber daya sekaligus melakukan operasi dasar yang ada pada sistem komputer.

Sistem operasi ini tentunya harus sesuai dengan software pengelolaan basis data yang akan digunakan. Contoh sistem operasi ialah Windows XP, Unix, Linux, Windows 9x dan lain-lain.



5. Hardware
Hardware atau perangkat keras ialah berbagai hal yang berperan sebagai pendukung operasi pengolahan data.

Hardware ini meliputi memori, terminal dan perangkat komputer lainnya.

Mengenai komputer, jika melihat pada data yang diolah maka terdapat 3 jenis komputer yang bisa dikenali yaitu.

1. Komputer analog untuk mengendalikan atau mengatur suatu mesin sehingga komputer ini banyak digunakan sebagai alat untuk memantau denyut jantung, seismograf analog dan voltase listrik
2. Komputer digital atau komputer PC yang memiliki kemampuan lebih baik dibandingkan dengan komputer analog karena bisa melakukan operasi logika, menyimpan data serta mengolah data dengan lebih tepat
3. Komputer hybrid ialah gabungan dari komputer digital dengan komputer analog. Komputer jenis ini mempunyai kinerja yang lebih cepat serta lebih tepat sehingga banyak diaplikasikan sebagai mesin robot yang ada di pabrik.
        

6. Software Pendukung Lainnya
Ini adalah software pendukung basis data yang sifatnya opsional.

Artinya bila memang butuh dan mau bisa digunakan dan jika tidak, tidak perlu digunakan.

Software pendukung ini juga sangat banyak, dan beberapa diantaranya yang dianggap sebagai perangkat yang high level ialah Microsoft SQL Server, Oracle, XBase dan MySQL.

B.bahasa yang di gunakan dalam basis data 

1. Data Definition Language atau DDL
DDL merupakan komponen bahasa basis data yang digunakan untuk menggambarkan atau mewakili desain database secara menyeluruh yang nantinya akan dispesifikasikan kembali. Dengan adanya DDL, kita mampu membuat program menjalankan perintah berupa membuat tabel baru, mengubah tabel, indeks tabel, maupun juga menentukan struktur serta tempat penyimpanan tabel.

Hasil yang nantinya akan diperoleh oleh DDL ini adalah kumpulan tabel yang nantinya akan disimpan ke dalam file khusus yang mana file tersebut dinamakan sebagai data dictionary atau kamus data. Kamus data sendiri adalah termasuk metadata maupun superdata yang berfungsi mendeskripsikan data sebenarnya. Misal, ketika Anda mengetik perintah Foxpro maka yan ada adalah create matakuliah, modify structure, modify report, dan lain sebagainya.

2. Data Manipulation Language atau DML
Lalu apa itu DML? Bahasa basis data yang satu ini merupakan bahasa yang digunakan untuk memanipulasi maupun mengambil data yang terdapat di dalam database. Manipulasi data tersebut nantinya bisa berupa seperti di bawah ini:

Penyisipan atau penambahan data yang ada di dalam file maupun tabel yang terdapat dalam suatu database.
Penghapusan file yang ada di dalam data maupun file di dalam basis data.
Pengubahan data yang terdapat dalam table atau file basis data.
Penelusuran data yang terdapat dalam table maupun file yang ada di dalam suatu database.
Fungsi dari DML ini adalah untuk memudahkan pengguna di dalam mengakses data seperti yang direpresentasikan model data. Setidaknya terdapat dua jenis yang termasuk DML yaitu prosedura dan juga non prosedural.

3. Data Control Language atau DCL

Seperti namanya, DCl merupakan bahasa basis data yang digunakan untuk mengontrol atau mengendalikan database. Jadi bagian ini memiliki peran penting untuk menyesuaikan kebutuhan pengguna dengan data yang akan diterimanya.

C.jenjang data dalam basis data

   Jenjang data adalah kumpulan data yang saling berhubungan antara data satu dengan data lainnya. Data-data tersebut tersimpan di dalam sebuah perangkat keras atau hardware komputer dan kemudian digunakan oleh perangkat lunak untuk memanipulasinya. Kumpulan data yang saling berhubungan tersebut kemudian akan memberikan kemudahan terhadap aktivitas untuk mendapatkan informasi.
    Contohnya adalah basis data akademis yang di dalamnya mengandung tabel. Tabel tersebut saling berhubungan dengan data para mahasiswa, mata kuliah, data jurusan, dan lain sebagainya. Tabel tersebut di dalamnya terdapat baris dan juga kolom yang nantinya berperan dalam menghimpun beberapa record. Misalnya, ada data pribadi yang berasal dari seluruh pegawai di mana data tersebut disimpan di dalam tabel.
   Data tersebut nanti bisa ditampilkan, dihapus, maupun dilakukan modifikasi oleh pengguna yang memiliki otoritas atau kewenangan. Cara mengubahnya adalah dengan menggunakan SQl atau Structured Query Language 3.

D.file - file dalam basis data

1. File Induk (Master File)

File induk acuan (reference master file) : file induk yang recordnya relatif statis, jarang berubah nilainya. Misalnya file daftar gaji, file mata pelajaran.

File induk dinamik (dynamic master file) : file induk yang nilai dari record-recordnya sering berubah atau sering dimutakhirkan (update) sebagai hasil dari suatu transaksi. Misalnya file induk data barang, setiap saat harus di up-date bila terjadi transaksi.

2. File transaksi (transaction file)

File ini bisa disebut file input, digunakan untuk merekam data hasil dari transaksi yang terjadi. Misalnya file penjualan yang berisi data hasil transaksi penjualan.

3. File Laporan (report File)

File ini bisa disebut output file, yaitu file yang berisi informasi yang akan ditampilkan

4. File Sejarah (history file)

File ini bisa disebut file arsip (archival file), merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi masih disimpan sebagai arsip.

5. File Cadangan (backup file)

File ini merupakan salinan dari file-file yang masih aktif di dalam database pada suatu saat tertentu. File ini digunakan sebagai pelindung atau cadangan bila file database yang aktif mengalami kerusakan atau hilang.

6. File Kerja (working file)

File ini merupakan file sementara untuk suatu proses program untuk menghemat memori dan akan dihapus kembali bila proses selesai.
 
E. 3 level abstraksi dalam basis data 
Ada 3 level abtraksi data

1. Level Fisik (Phsical Level)
merupakan level terendah dalam abstraksi data, yang menunjukkan bagaimana sesungguhnya suatu data disimpan. Pada Level ini. pemakai melihat data sebagai gabungan dari struktur dan datanya sendiri. Pemakai juga berkompeten dalam mengetahui bagaimana reperentasi fisik dari penyimpanan data. Pada level ini kita berurusan dengan data sebagai teks, sebagai angka, atau bahkan melihatnya sebagai himpunan bit data.

2. Level Lojik/ Konseptual (Conceptual level)
Merupakan level berikutnya dalam abstraksi data yang mengambarkan data secara fungsional yang di simpan dalam basis data serta hubungannya dengan data yang lain. Pemakai data level ini, misalnya, mengetahui bahwa data pegawai disimpan dalam beberapa tabel, seperti tabel pribadi, tabel pendidikan, tabel pekerjaan, tabel keluarga, dan sebagainya.

3. Level Penampakan (View Level)
Merupakan level tertinggi dari abstraksi data yang hanya meunjukkan sebagai dari basis data. Banyak user dalam sistem basis data tidak akan terlibat dengan semua data/informasi yang disimpan. Para user umumnya hanya membutuhkan sebagai data dalam basis data yang kemunculannya di mata pemakai diatur oleh aplikasi end-user. Aplikasi ini juga yang mengonversi data asli (fisik) menjadi data bermakna (Lojik) pada pemakai. Misalnya. data hari yang disimpan dalam bentuk kode ( 1 untuk senin, 2 untuk selasa, dan seterusnya ) yang kemudian ditampilkan bukan dalam bentuk kodenya (1,2,3 dan seterusnya) tapi sudah dalam bentuk nama harinya (senin, selasa, rabu, dan seterusnya). Data yang dinikmati pemakai juga bahkan sama sekali berbeda dengan representasi fisiknya, misalnya untuk data yang dapat divisualkan sebagai gambar, data yang diperlihatkan jugak bisa saja tidak berasal dari hanya sebuah tabel tapi mewakili relasi antar tabel, tapi bagi pemakai yang menggunakannya terasa sebagai satu kesatuan data yang kompak.






Komentar